News Update :

My FB

www.facebook.com/septurado.tarihoran.1

My Twitter

https://twitter.com/doradotarihoran

Formula 1 News

5 Manfaat Nyata Membaca Alkitab (Firman Tuhan)

Senin, 14 Juli 2014



         Syallom guys, menurut kalian ada gak sih manfaat dari membaca Firman Tuhan? Pasti ada dong yaa, bukan Cuma ada, tp baca Firman Tuhan itu “banyak” manfaatnya. tapi pernah gak sih kita berpikir kalo membaca Firman Tuhan itu banyak manfaatnya, tp kenapa banyak orang kristen yang justru kurang tertarik untuk membaca Alkitab? Banyak orang kristen yang justru lebih menyukai membaca novel, tabloid, buku humor, dan banyak buku lainnya.

         Disini saya bukannya bilang kalau membaca buku-buku selain alkitab itu dilarang, bukan. Tapi ada baiknya kalau buku tentang duniawi aja kita bisa senang membacanya, kenapa buku tentang kebenaran yaitu Firman Tuhan justru tidak kita senangi untuk kita baca? Walaupun dirumah ada alkitab, di gadget kita pun ada alkitab elektronik, tp tetap saja masih banyak orang kristen yang kurang tertarik untuk membaca Firman Tuhan.

Oke itu aja pendahuluannya yaa, dan pada tulisan kali ini saya mau berbagi tentang beberapa manfaat yang kita dapat dari membaca Firman Tuhan, semoga saja setelah saya bagikan manfaat-manfaat ini bisa menambah ketertarikan kita untuk membaca Firman Tuhan, yaa semoga saja

         Kalau kita baca dari keseluruhan alkitab, maka manfaat membaca Firman Tuhan itu amat sangat banyak, maka saya akan lebih mengkhususkan manfaat dari membaca Firman Tuhan yang saya ambil dari Mazmur 119

Menurut mazmur 119 ada 5 hal yang saya pelajari yang menjadi manfaat kita jika kita membaca Firman Tuhan, apa aja ke 5 hal tersebut? Cekidot sob...
1.   
                       1.  Mazmur 119:92 (Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.)
Manfaat Firman Tuhan yang pertama, Firman Tuhan bisa menghindarkan kita dari kebinasaan akan kesengsaraan sob, wuih canggih gak tuh? Makanya sob, ayoo timbulkan kegemaran atau kesenangan untuk membaca Firman Tuhan, biar kita terhindar dari kebinasaan akan kesengsaraan

2.                2. Mazmur 119:99 (Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.)
Manfaat yang kedua dari membaca Firman Tuhan, kita bisa mendapatkan hikmat kecerdasan yang memberikan kita akal budi yang lebih ketimbang orang-orang yang tidak membaca dan merenungkan Firman Tuhan sob. 

3.             3.  Mazmur 119:105 (Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku)
Ayat ini pasti udah gak asing lagi lah yaa di telinga kita, soalnya kan ada juga lagunya 
manfaat ketiga dari kita yang membaca Firman Tuhan, Firman Tuhan menjadi  pelita  bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Kebayang kan gimana kalo kita berjalan dalam kegelapan tanpa penerangan? Pasti kita akan tersandung dan terjatuh. Nah, kalo mau kaki kita diterangi dan jalan kita diterangi, yuk ah rajin membaca Fiman Tuhan

4.             4.  Mazmur 119:165 (Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka)
Nah kata yang dipakai disini adalah “mencintai” sob, coba deh pasti kita punya orang yang kita cintai kan? Bisa Orangtua, Istri, Suami, Pacar, dll. Pasti kita care banget kan sama orang yang kita cintai itu, mungkin kita setiap hari akan rindu untuk berkomunikasi sama orang yang kita cintai itu. Nah kalo kita mencintai Firman Tuhan, kita juga harus setiap hari sob rindu membaca Firman Tuhan
Pas baca ayat ini, saya merinding. Kenapa merinding? Karena kalo kita “mencintai” Firman Tuhan, hidup kita bakalan tentram dan hidup kita gak ada batu sandungannya. Tuh yang mau hidupnya tentram dan gak ada batu sandungannya, maka cintailah Firman Tuhan.

5.            5.  Mazmur 119:176 (Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.)
Manfaat terakhir yang kita dapatkan jika kita membaca Firman Tuhan adalah, Hubungan kita dengan Tuhan akan dipulihkan sob, kita yang udah sesat kaya domba yang hilang, akan dicari Tuhan.

        Nah, udah saya bagikan 5 manfaat dahsyat yang bisa kita dapat dari membaca Firman Tuhan, masih mau malas baca Firman Tuhan? Kalo saya sih, udah ga mau malas baca Firman Tuhan, abisnya manfaatnya dahsyat banget buat hidup saya J
Okee, sekian yang bisa saya bagikan tentang 5 manfaat dari membaca Firman Tuhan, semoga menjadi berkat untuk kita semua dan bisa menambah ketertarikan kita untuk membaca Firman Tuhan yaa guys. Tuhan Yesus memberkati kita

3 Hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan diri untuk menjadi mempelai wanita Tuhan Yesus


  Syallom guys, udah lama ga nulis tiba tiba dapet inspirasi untuk nulis di blog lagi. kali ini saya mau berbagi bagaimana cara kita mempersiapkan diri kita untuk menjadi mempelai wanita Tuhan Yesus saat Tuhan Yesus datang ke 2kali ke dunia. Sebelum lebih jauh, kita semua pasti udah tau kan, kalo kita anak anak Tuhan itu dipilih Tuhan Yesus untuk menjadi mempelai wanitaNya? Nah disini saya mau membagikan apa yang harus kita lakukan sebelum Tuhan Yesus menjemput kita sang mempelai wanitaNya nanti.
Sebelum mempelajari hal-hal diatas, kita harus tau dulu kalo dalam sebuah pernikahan itu biasanya ada sebuah mahar yang harus dibayar, dan sebelum masuk ke akad nikah kedua mempelai melakukan sesuatu yang dinamakan tunangan. Nah sekarang kita bahas dulu yuk, kedua hal tersebut.

         1.MAHAR
Ngomong-ngomong tentang pernikahan, udah pada tau kan kalo dalam pernikahan itu ada yang namanya "Mahar"? yaa kalo orang batak sih nyebutnya "Sinamot". Biasanya mahar ini berbentuk nominal uang yang harus dibayar pihak mempelai pria ke pihak keluarga wanita. pada umumnnya Jumlah mahar yang harus dibayar biasanya ga murah coy sampe jutaan rupiah, puluhan juta, atau ratusan juta, bahkan ada yang sampai milyaran rupiah seperti mahar judika ke istrinya duma.
Tuhan Yesus yang adalah mempelai pria kita Dia juga membayar mahar loh buat kita, apa sih mahar yang dibayar Tuhan Yesus buat kita? Ga tanggung-tanggung sob, Tuhan bayar kita dengan mahar darahNya, nyawaNya, atau hidupNya. Mahal ga tuh mahar dari Tuhan? Mahal banget, itu mahar yang gabisa dinilai dengan uang

        
2.TUNANGAN
Sebelum masuk ke yang namanya akad nikah, pasangan yang mau menikah mengadakan yang namanya “Tunangan” betul kan sob? Iyaa betul..
Nah ada perbedaaan nih antara budaya kita dengan budaya yahudi tentang pertunangan, apa bedanya? Nih saya kasih tau perbedaannya.

*Budaya kita : Kalo budaya kita biasanya setelah deal berapa nilai mahar, akan ditentukan tanggal pernikahannya, dimana pernikaannya, berapa jumlah undangan, dll. Nah setelah semua selesai dibahas, maka keduanya kembali kepada orangtua masing-masing

*Budaya Yahudi: Nah kalo budaya yahudi, mereka juga membicarakan maharnya dulu, tapi bedanya setelah deal mahar, mereka tidak membahas kapan tanggal pernikahan kedua pasangan tersebut, setelah deal si mempelai pria kembali ke bapanya dan si wanita tetap bersama orangtuanya, lalu gimana tanggal pernikahannya? Yang tau kapan tanggal dilaksanakannya pernikahannya hanylah Ayah dari si mempelai Pria.
Itupun yang dilakukan Tuhan Yesus, setelah membayar mahar kepada kita dengan darah dan nyawaNya, Ia kembali kepada Bapa disurga dan hanya Bapa disurga lah yang tahu kapan Tuhan Yesus akan menjemput kita untuk menjadi mempelai wanitaNya. (matius 24:36 “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri”)

Udah mengerti kan tentang kedua hal diatas? Kalo udah mengerti mari kita katakan Amen :D so, kalo ada yang ngaku ngaku tahu kapan Tuhan Yesus datang kedua kali, jangan percaya itu SESAT, karena Malaikat aja gatau, bahkan Tuhan Yesus sendiri aja gatau, apa lagi manusia biasa, yaa nggak?
Oke kalo udah mengerti kedua hal diatas, kita masuk ke intinya guys, kita bahas apa aja yangharus kita lakukan sebelum Tuhan Yesus dating menjemmput kita para mempelai wanitaNya? Ada 3 hal utama yang harus kita lakukan, apa aja 3hal itu? Cekidot brooo…
  1. Yuk mari kita buka Kidung agung 1:15 (Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.)
Kenapa disitu disebut mata merpati? Kenapa gak mata elang, atau mata burung gagak atau mata burung lain? Jawabannya adalah karena mata burung merpati itu mempunyai keistimewaan guys, apa keistimewaan mata burung merpai? Karena mata burung merpati itu hanya “Fokus pada pasangannya”. Burung merpati itu hanya akan memandang kearah pasangannya, mereka ga peduli disekitarnya ada burung-burung lain yang lebih cantik atau lebih menarik, mereka akan tetap focus memandang kearah pasangan mereka masing-masing
So, apa yang harus kita lakukan dan kita pelajari dari burung merpati? Kita harus terus focus sama pasangan kita yaitu Tuhan Yesus, focus aja untuk menyenangkan Tuhan Yesus, jangan tergoda dengan hal-hal duniawi yang terlihat lebih menarik dan menggiurkan.

  1. Biasanya dalam budaya Yahudi, wanita yang akan menikah itu belajar make up dan mempercantik diri mereka karena si tunangan pria dating umumnya pada malam hari. Bayangin deh kalo si wanita gabisa make up terus tiba-tiba malem-malem si pria datang menjemput dan si wanita belum make up, gak mungkin kan si wanitanya ke tukang make up malem malem :D. Selain itu, wanita biasanya akan luluran, iyaa mereka akan membuang semua kotoran atau daki daki dikulit mereka.
Nah, apa hal kedua yang mau kita pelajari dan kita lakukan? Kita sebagai mempelai wanita Tuhan Yesus, kita harus mempercantik diri kita guys, apa maksudnya mempercantik diri? Yaa kita harus mempercantik roh kita, karakter, kepribadian, tutur kata dan cara berpikir kita. Jangan lupa juga kita harus luluran sob, maksudnya luluran apa? Iyaa kita harus buang kotoran kotoran, daki daki di diri kita, kita harus buang segala dosa dosa kita yang ga berkenan di hadapan Tuhan.

  1. Dalam budaya yahudi, diluar kamar wanita harus dikasih pelita yang menyala, kenapa pelitanya harus tetap menyala? Karena kalo pelitanya padam, maka mereka akan batal untuk menikah. Sepele banget kan sob gara-gara pelitanya padam aja rencana pernikahan bisa batal gitu aja. Makanya, kalo ga mau batal jadi pasanganNya Tuhan Yesus, pelita kita juga gaboleh padam sob. Inget kana apa perbedaan 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh? Iyaa perbedaan mereka ada di “persediaan minyak” yang mereka miliki
Yang terakhir yang mau kita pelajari dan kita lakukan, yuk mari sama-sama jangan biarkan “Pelita” kita padam, dan jangan sampai juga persediaan minyak kita habis. Makanya selama masih punya kesempatan, bakar terus roh kita dengan Rajin beribadah, Melayani Tuhan, dan jangan lupa untuk memuji Tuhan dan Membaca Firman Tuhan setiap hari sob.

Nah pada mau jadi mempelai wanitaNya Tuhan yang akan dijemput Tuhan Yesus kan? Kalo mau, jangan lupa yaa guys apa yang saya bagikan ini kita aplikasikan didalam hidup kita sehari-hari. itu aja yang saya bisa bagikan untuk kita semua, semoga menjadi berkat untuk kita, selamat menjadi pelaku Firman Tuhan, Tuhan Yesus memberkati 

Menyempurnakan iman kristiani sesuai 2 petrus 1:5-7

Kamis, 22 Agustus 2013

     Apa itu iman? secara Alkitabiah iman didefinisikan di Ibrani 11:1 yg berbunyi "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yg kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yg tidak kita lihat"
Iman (bahasa Yunaniπίστιν— pisti) adalah rasa percaya kepada Tuhan. Iman sering dimaknai "percaya" (kata sifat) dan tidak jarang juga diartikan sebagai kepercayaan (kata benda).

    Apa yg perlu ditambahkan kedalam iman kita? mari kita baca 2 petrus 1:5-7 
setelah membaca ayat tersebut bisa kita gambarkan sebagai berikut

IMAN
I
KEBAJIKAN
I
PENGETAHUAN
I
PENGUASAAN DIRI
I
KETEKUNAN
I
KESALEHAN
I
KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA
I
KASIH AKAN SEMUA ORANG


Mari kita ungkap apa yg ingin disampaikan rasul Petrus dr ayat ini

1. Menurut rasul Petrus, kita harus menambahkan kepada iman kita "Kebajikan" dan apa itu kebajikan? menurut alkitab terjemahan sehari hari kebajikan diterjemahkan dengan "hidup yg baik" jadi disini, kita diberitahu bahwa jika kita beriman, kita harus hidup dalam kebaikan atau melakukan hal-hal yg baik. Jadi jgn ngaku-ngaku beriman ya kalo masih melakukan hal jahat dan tidak melakukan hal baik

2. Beriman tidak hanya cukup dengan berbuat baik bro, tapi kita juga perlu menambahkan kepada iman kita "pengetahuan". bisa dibilang ini ada hubungannya dengan Amsal 1:7 yg berbunyi takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. nah jadi rasul Petrus mau mengajarkan kepada kita: suatu kebohongan jika kita mengaku beriman kalo kita ga punya pengetahuan bro. 

3. Udah melakukan kebaikan dan punya pengetahuan ga cukup jadi tolak ukur iman kita coy, menurut rasul Petrus kita jg harus punya "Penguasaan diri" loh. Bisa dibilang iman kita cuma ada di level 3 dari 8 level jika kita belum bisa menguasai dan mengendalikan diri kita.

4. Apa lg yg kita butuhin selanjutnya? rasul Petrus bilang selanjutnya kita harus punya "ketekunan". kalo di alkitab bahasa inggris sih ditulis steadfastness yg arti'a ketabahan. wuih harus tabah bro jd orang beriman.

5. kalo udah baik, udah punya pengetahuan, bisa mengendalikan diri, udah tekun, terus masih kurang? iya bro masih kurang, kita jg harus punya yg namanya "Kesalehan''. kalo alkitab terjemahan sehari-hari nerjemahin dengan kata "hidup menurut kemauan Allah''. nah loh, ribet kan jd orang beriman? hidup harus sesuai kemauan Allah loh, bukan kemauaan kita, jd yg ngaku beriman tp hidup'a maumaunya sendiri, renungin lg bro kita beneran beriman apa iman-imanan 

6. udah saleh masih jg ga cukup? belum cukup bro, kata rasul Petrus kita jg harus "kasih terhadap saudara-saudara'' dr alkitab terjemahan sehari-hari, saudara-saudara disini bukan cuma saudara sedarah bro, tp maksud'a itu saudara-saudara seiman.

7. Nih last nih, kalo udah bisa mengasihi saudara-saudaran kita jg harus mengasihi SEMUA ORANG. hellow semua orang loh, berarti termasuk saudara beda iman, musuh musuh kita jg loh. poko'a kita harus mengasihi Semua orang tanpa terkecuali

nah buat temen-temen semua, udah tau kan kalo iman tanpa perbuatan itu mati? jadi biar iman kita ga mati, yuk kita lakuin apa yg diajarin rasul Petrus diatas.

So, jgn ngaku beriman kalo belum melakukan perkara perkara diatas yaa :) God bless us

Penilaian Massal

Selasa, 19 Juni 2012

.2 Proses penilaian massal dapat dimanfaatkan sebagai metodologi untuk kepentingan perpajakan lainnya yang dikenakan berdasarkan NJOP, atau studi statistik dan ekonomi dibawah program-program administrasi pemerintah pusat maupun daerah. Keluaran dari penilaian adalah sebagai alat untuk peningkatan penerimaan pajak, pemerataan hasil, dan pendistribusian penerimaan di pemerintahan, serta hal relevan lainnya.Terkait panduan ini, referensi penilaian massal menyiratkan penilaian massal untuk tujuan-tujuan di atas.

1.3 Dalam sistem Penilaian Massal yang efektif, elemen yang harus ada adalah:

a) Sistem dan infrastruktur legal yang mengatur, mendukung, dan menjadi landasan hokum;

b) Sistem perekaman dan inventarisasi untuk semua persil tanah yang menjadi basis perpajakan;

c) Ketersedian data pasar untuk pelaksanaan penilaian;

d) Ketersedian sumber daya dan personil yang terlatih untuk penerapan system;

e) Pemeliharaan inventaris dan database secara terus menerus untuk lebih menjamin perbaikan data, keakuratan penilaian, dan kelayakan/kewajaran dalam pengenaan pajak, dan

f) Proses sampling dan menguji pengembangan model untuk menjamin konsistensi dalam metodologi dan aplikasi.

1.4 Proses Penilaian Massal meliputi:

a) Mengidentifikasi properti yang akan dinilai;

b) Menentukan wilayah pasar (market area) yang dilihat berdasarkan perilaku yang konsisten dari pemilik property dan calon pembeli;

c) Mengidentifikasi karekteristik permintaan dan penawaran yang mempengaruhi pembentukan nilai di wilayah pasar yang ditentukan;

d) Mengembangkan struktur model yang mencerminkan hubungan di antara karekteristik pasar yang mempengaruhi/membentuk nilai di wilayah pasar;

e) Mengkalibrasi struktur model yang ditentukan, diantara beberapa atribut lainnya, kontribusi faktor dari properti individu yang mempengaruhi nilai;

f) Menerapkan kesimpulan yang dihasilkan model terhadap karakteristik properti yang dinilai;

g) Memvalidasi proses penilaian massal yang dilaksanakan, baik model,pengukuran atau pengumpulan data lainnya termasuk pengukuran kinerja, secara terus menerus dan/atau tahapan yang terpisah untuk keseluruhan proses;

h) Mengkaji ulang dan merekonsiliasi hasil penilaian massal.

1.5 Dasar penilaian untuk penilaian massal adalah Nilai Pasar atau Nilai Kena Pajak (lihat SPI 2-3.5) yang relevan terhadap pedoman dan perundangundangan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Apabila pedoman dan perundang-undangan menetapkan dasar penilaian sebagai ketentuan umum di atas adalah selain dari Nilai Pasar, Penilai harus menerapkan dengan tepat metode penilaian untuk memenuhi tujuan SPI dalam keadaan seperti ini. Lihat SPI 2 Bagian 5, SPI 3 tentang Pelaporan Penilaian serta
butir 5.5.1 (e) di bawah untuk pengungkapan dalam laporan penugasan
penilaian massal

Analisa NIR / ZNT


DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
___________________________________________________________________________________________
5 Februari 1999
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE - 06/PJ.6/1999
TENTANG
PELAKSANAAN ANALISA PENENTUAN ZONA NILAI TANAH (ZNT) DAN NILAI INDIKASI RATA-RATA (NIR)
SEBAGAI DASAR PENENTUAN NJOP TANAH
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
Menyadari akan peranan NJOP tanah yang semakin strategis untuk berbagai kepentingan, jelas menuntut
suatu kualitas NJOP yang dapat dipertanggungjawabkan kewajarannya dari semua aspek, baik secara formal
maupun material. Untuk mendapatkan keadaan seperti dimaksud diperlukan suatu upaya yang konkrit dengan
cara melakukan analisa penentuan Zona Nilai Tanah (ZNT) dan Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) setiap kelurahan
/desa dengan mengacu pada Petunjuk Teknis terlampir.
Urutan prioritas pelaksanaan program ini dimulai dengan area kelurahan/desa di wilayah Kotamadya atau
Ibukota Kabupaten dan selanjutnya untuk area kelurahan/desa potensial lainnya. Hasil pelaksanaan pekerjaan
tersebut dituangkan dalam format Buku Analisa Penentuan Zona Nilai Tanah (ZNT) dan Nilai Indikasi Rata-Rata
(NIR) untuk setiap kelurahan/desa yang bersangkutan sebagaimana contoh terlampir.

Penilaian Individual


PENILAIAN INDIVIDUAL
OBJEK PAJAK PBB

PROSES PENILAIAN INDIVIDUAL OBYEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

Penilaian individual adalah suatu sistem penilaian terhadap objek pajak dengan cara memperhitungkan seluruh karakteristik dari objek yang dimaksud. Teknik penilaian individual diterapkan untuk jenis objek pajak dengan konstruksi khusus atau objek pajak yang sudah dinilai dengan CAV namun hasilnya tidak mencerminkan nilai sebenarnya, hal ini dikarenakan keterbatasan program aplikasi.

Beberapa permasalahan dalam tata cara penilaian individual atas objek Pajak PBB yang perlu disesuaikan dan disempurnakan antara lain :

  1. Pada umumnya proses penilaian kurang didukung oleh kualitas dan kuantitas Basis Data dan Informasi Pasar Properti yang valid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Basis Data dan Informasi Pasar Properti belum dikelola secara sistematik, periodik, konsisten dan komprehensif.

  1. Pendekatan penilaian yang selama ini digunakan kurang memperhatikan prinsip penilaian properti sebagai satu kesatuan investasi, sehingga hasil penilaiannya kurang akurat dan kurang mencerminkan nilai pasar properti, meskipun dalam pasal 1 ayat 3 Undang-undang No. 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 12 Tahun 1994 telah mendefinisikan bahwa “Nilai Jual Objek Pajak adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli, Nilai Jual Objek Pajak ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, nilai jual objek pajak pengganti”. Definisi NJOP di atas mempertegas bahwa pengertian NJOP merupakan satu kesatuan investasi. Oleh karena itu, konsekuensi proses penilaian objek pajaknya perlu mempertimbangkan prinsip penilaian tersebut, yaitu tidak memisah-misahkan antara Nilai Bumi dan Nilai Bangunan. Pengalokasian NJOP Bumi dan NJOP Bangunan dilakukan untuk tujuan penerbitan SPPT.

Penerapan Pendekatan Biaya (Pendekatan atau Metode Nilai Perolehan Baru) secara umum dilakukan dengan melakukan penilaian secara rinci atas objek yang akan dinilai, yakni tanah dan bangunan dengan tetap memperhatikan prinsip penilaian properti sebagai satu kesatuan investasi. Kesatuan investasi yang dimaksud disini adalah bahwa nilai yang dihasilkan dari masing-masing komponen objek penilaian (tanah dan bangunan) harus dijumlahkan menjadi suatu nilai yang mencerminkan nilai pasar properti secara utuh.

Implementasi Pendekatan Biaya (Pendekatan atau Metode Nilai Perolehan Baru) untuk penentuan NJOP dilakukan dengan cara : NJOP Bumi diperoleh dengan cara melakukan analisis NIR (Nilai Indikasi Rata-rata), sedangkan NJOP Bangunan diperoleh dengan penerapan aplikasi CAV (Computer Assisted Valuation) / DBKB (Daftar Biaya Komponen Bangunan). Namun dalam implementasinya, penentuan NJOP Bumi dan NJOP Bangunan dilakukan secara terpisah tanpa memperhatikan apakah penjumlahan NJOP Bumi dan NJOP Bangunan tersebut telah mencerminkan nilai pasar properti secara utuh.

Pendekatan Biaya (Pendekatan atau Metode Nilai Perolehan Baru) pada umumnya hanya mencerminkan biaya perolehannya dan kurang mencerminkan profitabilitas investasi, sehingga untuk penilaian objek pajak PBB yang menghasilkan pendapatan, hasil penilaiannya kurang mencerminkan nilai pasar. Pada umumnya pendapatan atas objek pajak PBB berupa pendapatan sewa, kecuali sektor perkebunanan, perhutanan dan pertambangan sebagai natural resources yang menghasilkan pendapatan berupa penjualan hasil alam.

Pada prinsipnya, proses Penilaian Individual Objek Pajak PBB melalui 2 tahapan. Tahap pertama merupakan tahap Penentuan Nilai Pasar Properti; tahap ke dua, adalah Penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB. Tujuan yang akan dicapai dari tahap pertama ini adalah untuk menentukan nilai pasar properti. Pengertian properti yang dimaksud adalah properti dalam pandangan sebagai satu kesatuan investasi, yang dapat mencakupi objek PBB saja maupun properti sebagai objek PBB dan sekaligus bukan objek PBB.

Sedangkan tahap ke dua merupakan Tahap Penentuan Nilai Jual Objek Pajak yang mana bertujuan untuk memenuhi kepentingan perpajakan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 12 tahun 1985 tentang PBB jo UU No. 12 tahun 1994 tentang PBB, yang terdiri dari NJOP Bumi dan NJOP Bangunan.

Football News

 

© Copyright tarihorannaburju 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.